Artikel PRAKTIK PENGENALAN LAPANGAN PERSEKOLAHAN (PLP) DAN MINAT MENJADI GURU TERHADAP KESIAPAN MAHASISWA MENJADI GURU YANG PROFESIONAL

 

PRAKTIK PENGENALAN LAPANGAN PERSEKOLAHAN (PLP) DAN MINAT MENJADI GURU TERHADAP KESIAPAN MAHASISWA MENJADI GURU YANG PROFESIONAL

 (STUDI KASUS PADA MAHASIWA PENDIDIKAN EKONOMI TAHUN 2016 UNIVERSITAS PGRI WIRANEGARA PASURUAN)

 

Nurus Sobakh, Sugeng Pradikto
Program Studi Pendidikan Ekonomi
Universitas Pgri Wiranegara

 

Abstrak : Untuk mengetahui tingkat praktik pengenalan lingkungan terhadap kesiapan  mahasiswa menjadi guru yang profesional, untuk mengetahui tingkat minat menjadi terhadap kesiapan mahasiwa menjadi guru yang profesional dan untuk mengetahui pengaruh positif dan signifikan secara parsial maupun simultan pengenalan lapangan persekolahan dan minat menjadi guru terhadap mahasiswa menjadi guru yang profesional. Penelitian ini termasuk pada penelitian kuantitatif dengan  menggunakan  rancangan deskriptif dan hubungan kausalitas. Penelitian ini dilaksanakan di universitas Pgri wiranegara. Penelitian ini menggunakan metode dokumentasi dan kuesioner kepada mahasiwa pendidikan Ekonomi tahun 2016 Universitas Pgri Wiranegara Pasuruan. Subyek penelitian ini adalah mahasiwa Pendidikan Ekonomi tahun 2016 Universitas Pgri Wiranegara Pasuruan . Diketahui tingkat pengenalan lapangan persekolahan adalah tinggi, tingkat minat menjadi guru adalah sangat tinggi, sedangkan tingkat kesiapan mahasiswa menjadi guru yang profesional adalah sangat tinggi. Diketahui terdapat pengaruh positif dan signifikan praktik pengenalan lapangan persekolahan secara parsial dengan kesiapan mahasiswa menjadi guru yang profesional , terdapat pengaruh positif dan signifikan minat menjadi guru secara parsial dengan kesiapan mahasiswa menjadi guru yang profesional. Diketahui terdapat pengaruh positif dan signifikan pengenalan lapangan persekolahan dan minat menjadi guru secara simultan dengan kesiapan mahasiswa menjadi guru yang profesional hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh positif dan signifikan secara parsial maupun simultan.

Kata Kunci : Praktik Pengenalan Lingkungan Pra sekolah, Minat Menjadi Guru,Kesiapan Mahasiswa Menjadi Guru Yang Profesional

Pendahuluan: Kesiapan mahasiswa menjadi guru yang profesional merupakan suatu keadaan dimana mahasiswa telah siap menjadi pengajar yang mampu memenuhi persyaratan menjadi pengajar dan mempunyai tanggung jawab sebagai pendidik baik formal muapun informal.

Pendidikan adalah pembelajaran pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan sekelompok orang yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui pengajaran, pelatihan, atau penelitian. Pendidikan sering terjadi di bawah bimbingan orang lain, tetapi juga memungkinkan secara otodidak. Etimologi kata pendidikan itu sendiri berasal dari bahasa Latin yaitu ducare, berarti “menuntun, mengarahkan, atau memimpin” dan awalan e, berarti “keluar”. Jadi, pendidikan berarti kegiatan “menuntun ke luar”. Setiap pengalaman yang memiliki efek formatif pada cara orang berpikir, merasa, atau tindakan dapat dianggap pendidikan. Pendidikan umumnya dibagi menjadi tahap seperti pra sekolah, sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas, dan kemudian perguruan tinggi, universitas atau magang.

Komponen utama dalam pendidikan salah satunya adalah guru yang profesional. Guru merupakan profesi yang strategis dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Guru juga mempunyai peranan inti dalam penyelenggaraan pendidikan. Tugas utama guru adalah mendidik, mengajar, membimbing, melatih, mengarahkan menilai, dan mengevaluasi peserta didik. Guru profesional memerlukan kesiapan yang harus dimiliki oleh calon guru, untuk meningkatkan mutu pendidikan dan keberhasilan calon guru dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya. Menurut UU No.14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, pada bab IV pasal 10 ditegaskan tentang sejumlah kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang guru. Kompetensi-kompetensi tersebut adalah (1) kompetensi pedagogik, (2) kompetensi kepribadian, (3) kompetensi profesional, dan (4) kompetensi sosial.

Minat merupakan keinginan atau dorongan yang sangat penting untuk kemajuan manusia dan keberhasilan pada diri seseorang. Seseorang yang ingin berminat berprofesi menjadi seorang calon guru akan berusaha untuk mendapatkan suatu informasi tentang profesi guru baik melalui media sosial, ataupun dari orang-orang yang mengerti guru. Minat menjadi guru merupakan kemauan dan perasaan seseorang terhadap profesi guru yang profesional. Penyebab lain yang diduga dapat mempengaruhi kesiapan mahasiswa menjadi guru adalah minat dari mahasiswa itu sendiri. Minat merupakan salah satu bentuk perasaan yang cenderung suka atau senang dan merasa tertarik terhadap sesuatu maupun kegiatan, dengan kesadaran dirinya tanpa adanya paksaan dari orang lain. Minat menjadi guru juga akan berpengaruh terhadap baik atau tidaknya kualitas yang dimiliki oleh calon guru yang akan berujung pada mutu pendidikan sendiri. Apabila pendidik memiliki minat dan kecintaan terhadap profesi guru, maka pekerjaan yang sedang dikerjakannya dapat memperoleh hasil yang sangat memuaskan. Dengan adanya suatu dorongan yang sangat kuat dalam bentuk moril bagi diri sendiri agar dapat lebih aktif dalam pengerjaan suatu objek yang terus digemarinya.

Universitas PGRI Wiranegara Pasuruan (UNIWARA) merupakan  universitas yang hanya menerapkan praktik pengenalan lapangan persekolahan dan menghasilkan calon pendidik yang profesional, yang telah mempersiapkan berbagai program studi yang membantu calon guru untuk menyalurkan minatnya menjadi seorang guru. Melalui praktik pengelanan lapangan persekolahan mahasiswa diharapkan bisa mempraktekkan hasil mata kuliahnya dalam mengajarkan mata pelajaran kepada siswa. Salah satu program studi yang tersedia di Universitas PGRI Wiranegara Pasuruan adalah program studi Pendidikan Ekonomi. Sebagai mahasiswa calon guru yang menempuh pendidikan di Universitas Wiranegara PGRI Pasuruan tentunya harus mendapatkan bekal yang memadai untuk menguasai kompetensi-kompetensi yang mempengaruhi dalam kesiapan menjadi guru yang profesional secara teoritis maupun praktis seperti kemampuan dasar mengajar, keterampilan dalam mengelola kegiatan belajar mengajar, serta pengelolaan  kelas. Pendidikan Ekonomi sendiri telah memberikan fasilitas serta pemahaman materi mengenai kompetensi-kompetensi tersebut terbukti dengan adanya berbagai mata kuliah seperti Strategi Pembelajaran, Evaluasi Pembelajaran, Perencanaan Pembelajaran, Micro Teaching. Pada saat mahasiswa semester 7, mahasiswa di wajibkan mengikuti praktik pengenalan lapangan persekolahan. Dalam PLP mahasiswa di tuntut untuk mempraktikan semua materi yang sudah di dapat di terapkan kepada siswa dalm kegiatan belajar mengajar mata pelajaran ekonomi.

Era globalisasi sekarang ini, profesionalisme guru merupakan sebuah kebutuhan yang tidak dapat ditunda-tunda lagi seiring dengan meningkatnya persaingan yang semakin ketat. Diperlukan orang-orang yang memang benar-benar ahli dalam bidangnya, sesuai dengan kemampuan yang ditekuni agar setiap orang dapat berperan secara maksimal. Tugas menjadi seorang guru profesional tidaklah mudah. Semua orang bisa menjadi guru, namun guru saat ini haruslah memiliki standar kompetensi yang dapat menjadikan dunia pendidikan lebih bermutu dan berkualitas. Dalam Undang-undang Republik Indonesia (Undang-Undang Republik Indonesia No. 14 tahun 2005) tentang guru dan dosen menyatakan bahwa guru merupakan pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik jalur pendidikan formal mulai dari pendidikan usia dini sampai pendidikan menengah.

Kesiapan mahasiswa menjadi calon guru harus pernah melaksanakan praktik pengenalan lapangan persekolahan. Praktik pengenalan lapangan persekolahan merupakan suatu tahapan dalam penyiapan guru profesional pada jenjang program sarjana pendidikan, berupa penugasan kepada mahasiswa untuk mengimplementasikan hasil belajar melalui pengamatan proses pembelajaran di sekolah atau di lembaga pendidikan dan belajar mengajar terbimbing dibawah bimbingan dan pengawasan dosen pembimbing dan guru pamong secara berjenjang. Dengan ini mahasiswa dapat timbul rasa minat untuk menjadi seorang guru yang profesional. Kesiapan mahasiswa menjadi guru dipengaruhi oleh beberapa faktor. Menurut Mulyasa Dalam Kurniasari (2016:5) menyebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi kesiapan menjadi guru adalah faktor yang berasal dari dalam diri manusia dan dari luar diri manusia. Faktor yang berasal dari dalam diri manusia meliputi minat, bakat, intelegensi, kemandirian, kreatifitas, penguasaan ilmu pengetahuan dan motivasi. Sedangkan yang berasal dari luar diri manusia adalah informasi yang diperoleh, lingkungan tempat tinggal, sara dan prasarana belajar, pengalaman praktik lapangan dan latar belakang mahasiswa.

Manfaat Penelitian: Penelitian ini diharapkan dapat memperluas wawasan atau memperkaya ilmu pengetahuan khususnya bidang pendidikan tentang pengaruh praktik pengenakan lapangan persekolahan dan minat menjadi guru terhadap kesiapan mahasiswa menjadi guru profesional serta dapat memberikan manfaat teoritis bagi dosen maupun mahasiswa agar dunia pendidikan menjadi lebih baik lagi. Manfaat praktis : Bagi peneliti guna menambah pengetahuan yang dipelajari selama ini mengenai pendidikan dan bagaimana menjadi guru yang profesional. Bagi mahasiswa penelitian ini diharapkan mampu memotivasi para mahasiswa calon guru untuk meningkatkan kesiapan untuk mengajar dan terjun langsung menjadi seorang pendidik.

Tujuan Penelitian: Berdasarkan rumusan masalah di atas tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh praktik pengenalan lapangan persekolahan dan minat menjadi guru terhadap kesiapan mahasiswa menjadi guru yang profesional pada mahasiswa program studi pendidikan ekonomi angkatan 2016 di Universitas PGRI Wiranegara Pasuruan antara lain: Untuk mengetahui pengaruh praktik pengenalan lapangan persekolahan secara parsial terhadap kesiapan mahasiswa menjadi guru yang profesional pada mahasiswa pendidikan ekonomi angkatan 2016 Universitas PGRI Wiranegara Pasuruan. Untuk mengetahui pengaruh minat menjadi guru secara parsial terhadap kesiapan mahasiswa menjadi guru yang profesional pada mahasiswa pendidikan ekonomi angkatan 2016 Universitas PGRI Wiranegara Pasuruan. Untuk mengetahui pengaruh praktik pengenalan lapangan persekolahan dan minat menjadi guru secara simultan terhadap kesiapan mahasiswa menjadi guru yang profesional pada mahasiswa pendidikan ekonomi angkatan 2016 Universitas PGRI Wiranegara Pasuruan.

Hipotesis Penelitian: Menurut Sugiyono (2015:64) hipotesis merupakan “jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian, dimana rumusan masalah penelitian telah dinyatakan dalam bentuk pertanyaan’’. Hipotesis penelitian ini adalah sebagai berikut: Ha1 : Ada pengaruh praktik pengenalan lapangan persekolahan (PLP) secara parsial terhadap kesiapan mahasiswa menjadi guru yang profesional pada mahasiswa ekonomi angkatan 2016. Ha2 : Ada pengaruh minat menjadi guru secara parsial terhadap kesiapan mahasiswa menjadi guru yang profesional pada mahasiswa ekonomi angkatan 2016. Ha3 : Ada pengaruh praktik pengenalan lapangan persekolahan (PLP) dan minat menjadi guru secara simultan terhadap kesiapan mahasiswa menjadi guru yang profesional pada mahasiswa ekonomi angkatan 2016.

Pengertian Praktik Pengenalan lapangan persekolahan : Praktik pengenalan lapangan Persekolahan merupakan suatu program yang memprasyaratkan kemampuan calon guru untuk memperoleh pengalaman kegiatan kependidikan secara nyata dan mampu menguasai berbagai keterampilan dasar mengajar, sehingga akan terbentuk tenaga kependidikan yang profesional. Menurut Hamalik (2012:3), Praktik Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) merupakan serangkaian kegiatan yang diprogramkan bagi siswa calon guru yang meliputi latihan mengajar maupun latihan di luar mengajar sebagai ajang untuk membentuk dan membina kompetensi-kompetensi profesional yang disyaratkan oleh pekerjaan guru atau kependidikan yang lain. Praktik Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) merupakan satu di antara faktor yang mempengaruhi minat menjadi guru. Pengertian micro teaching Secara etimologi, micro teaching berasal dari dua kata, yaitu micro teaching berasal dari dua kata, yaitu micro dan teaching. Micro berarti kecil, sempit, terbatas dan teaching yang memiliki arti mengajar yang di lakukan dengan cara mengecilkan atau menyempitkan segala sesuatu. Dalam hal ini, yang disederhanakan atau di sempitkan adalah ruang lingkup materi, kondisi kelas termasuk jumlah siswanya, waktu, dan sebagaimya. Menurut panduan program (2017:16) PLP I merupakan tahapan pertama dalam pengenalan Persekolahan program sarjana pendidikan, yang dilaksanakan pada semester ke 3 atau ke 4. Sebagai tahap pertama, setelah PLP I akan dilanjutkan dengan pengenalan lapangan Persekolahan II pada semester yang lebih tinggi. PLP II Menurut panduan panduan program (2017:27) PLP II  merupakan salah satu mata kuliah kelanjutan dari pengajaran PLP I untuk memantapkan kompetensi akademik kependidikan dan bidang study melalui berbagai bentuk aktivitas disekolah. Kegiatan PLP II dilakukan untuk dapat memberikan pengalaman belajar bagi mahasiswa terutama dalam hal pengalaman mengajar, meningkatkan keterampilan, kemandirian, tanggungjawab, dan kemampuan dalam memecahkan masalah.

Minat Mahasiswa Menjadi Guru Minat mahasiswa menjadi guru dapat dipengaruhi oleh faktor yang berasal dari dalam diri mahasiswa atau minat intrinsik, dan minat yang berasal dari pengaruh lingkungan mahasiswa atau minat ekstrinsik. Menurut Muhammad Wildan (2016:16), menyatakan ada beberapa faktor yang membuat lulusan sarjana memiliki minat bekerja sebagai guru antara lain pengalaman belajar, orang tua, penggunaan bahasa asing, semangat untuk mengajar, dapat membantu orang lain, dampak anggota keluarga, manfaat kerja, karier di masa depan, kepribadian, dan materi pelajaran.minat menjadi guru adalah keinginan dan rasa suka yang besar yang datang dari dirinya sendiri tanpa paksaan dari orang lain untuk menjadi seorang guru dan ingin melaksanakan tugas-tugas sebagai guru dengan memperbanyak informasi tentang profesi guru dan menambah pengetahuan serta keterampilannya untuk menjadi seorang guru.

Fungsi Minat Menjadi Guru Menurut Hendra Surya (2013:68) mengemukakan mengenai fungsi minat sebagai berikut: Sebagai sebab yaitu tenaga pendorong yang merangsang seseorang memperhatikan objek tertentu lebih dari objek-objek lainnya. Sebagai akibat yaitu berupa pengalaman perasaan yang menyenangkan yang timbul sebagai akibat dari kehadiran seseorang atau objek tertentu atau sebagai hasil dari partisipasi seseorang di dalam suatu bentuk kegiatan.

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Minat Faktor yang mempengaruhi minat menurut Sadirman (2011:89-91) di bedakan menjadi dua faktor, yaitu: Faktor instrinsik merupakan dorongan atau kecenderungan seseorang yang berhubungan dengan aktivitas itu sendiri yang datang dari dalam masing-masing individu. Faktor instrinsik adalah faktor yang mempengaruhi minat dari dalam individu yang beradal dari kecenderungan seseorang terhadap suatu hal yang diinginkannya. Misalnya perhatian, rasa, suka dan sebagainya Faktor ekstrinsik. Faktor instrinsik merupakan kecenderungan seseorang untuk memilih aktivitas berdasarkan pengaruh orang lain dan tujuan oraang lain. Suatu perbuatan atau kondisi ketertarikan yang di pengaruhi oleh pihak luar. Misalnya pengarahan orang tua, kondisi lingkungan, tempat tinggal dan sebagainnya.

Kesiapan Mahasiswa Menjadi Guru Yang Profesional Menurut Yuniasari (2019:98), Kesiapan mahasiswa untuk menjadi guru profesional sangat penting karena dengan memiliki kesiapan dapat meminimalisir kesalahan yang terjadi saat menjalani profesinya. Kesiapan calon guru sangat menentukan kualitas guru nantinya, semakin berkualitas gurunya maka akan semakin berkualitas mutu pendidikan. Kesiapan mahasiswa menjadi calon guru profesional merupakan keadaan yang menunjukkan bahwa mahasiswa sudah memenuhi persyaratan yang diwajibkan untuk menjadi guru yang profesional. Calon guru profesional dibutuhkan kesiapan dan banyak faktor yang mempengaruhi kesiapan tersebut. Kesiapan seseorang dalam menjadi guru yang profesional ditentukan oleh kemampuan dalam menguasai bidangnya, minat, bakat, keselarasan dengan tujuan yang ingin dicapai dan sikap terhadap bidang profesinya.

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kesiapan Mahasiswa Menjadi Guru Yang Profesional. Menurut Yuniasari Dalam Rika Sukmawati (2019:98) Faktor-faktor yang mempengaruhi kesiapan mahasiswa menjadi guru dapat dikelompokkan menjadi 2 (dua) yaitu : 1) Faktor internal yang meliputi minat menjadi guru; motivasi; kapasitas intelektual; pengetahuan; dan keterampilan.  2) Faktor eksternal yang meliputi informasi tentang dunia kerja; pengaruh dari berbagai lingkungan (Keluarga, sekolah, dan  teman sebaya); pengalaman-pengalaman yang didapatkan dari berbagai kegiatan yang menunjang terbentuknya kesiapan untuk menjadi seorang guru seperti Praktik Pengalaman Lapangan (PPL). Dewa Ketut (2013:2) faktor - faktor yang berpengaruh terhadap kesiapan menjadi guru antara lain: 1) Faktor-faktor yang bersumber pada diri individu, yang meliputi: a) Kemampuan intelejensi Setiap orang memiliki kemampuan intelejensi berbeda-beda, dimana orang yang memiliki taraf intelejensi yang lebih tinggi akan lebih cepat memecahkan permasalahan yang sama bila dibandingkan dengan orang yang memiliki taraf intelejensi yang lebih rendah. Kemampuan intelejensi yang dimiliki oleh individu memegang peranan penting sebagai pertimbangan apakah individu tersebut memiliki kesiapan untuk menjadi guru. b) Bakat Bakat adalah suatu kondisi, suatu kualitas yang dimiliki individu yang memungkinkan individu tersebut untuk berkembang pada masa mendatang. c) Minat adalah suatu perangkat mental yang terdiri dari kombinasi, perpaduan dan pencampuan dari perasaan, harapan, prasangka, cemas, takut dan kecenderungan lain untuk bisa mengarahkan individu kepada suatu pilihan tertentu. Minat sangat besar pengaruhnya dalam mencapai kesiapan menjadi guru. d) Motivasi adalah perubahan energi dalam diri (pribadi) seseorang yang ditandai dengan timbulnya perasaan dan reaksi untuk mencapai tujuan. Motivasi sangat besar pengaruhnya untuk mendorong mahasiswa dalam memasuki dunia kerja sehingga menciptakan kesiapan dari dalam dirinya untuk bekerja. Sikap adalah suatu kesiapan pada seseorang untuk bertindak secara tertentu terhadap hal-hal tertentu. Sikap positif dari dalam diri individu tentang suatu pekerjaan atau karir akan berpengaruh terhadap kesiapan individu tersebut untuk melakukan suatu pekerjaan. Kepribadian seseorang memiliki peranan penting yang berpengaruh terhadap penentuan arah pilihan jabatan dan kesiapan seseorang untuk melakukan suatu pekerjaan. Nilai-nilai yang dianut oleh individu berpengaruh terhadap pekerjaan yang dipilihnya dan prestasi dalam pekerjaan sehingga menimbulkan kesiapan dalam dirinya untuk bekerja. Hobi adalah kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan individu karena kegiatan tersebut merupakan kegemarannya atau kesenangannya. Hobi yang dimiliki seseorang akan menentukan pemilihan pekerjaan sehingga menimbulkan kesiapan dalam dirinya untuk bekerja. Prestasi Penguasaan terhadap materi pelajaran dalam pendidikan yang sedang ditekuninya oleh individu berpengaruh terhadap kesiapan individu tersebut. Keterampilan adalah kecakapan dalam melakukan sesuatu. Keterampilan seseorang akan mempengaruhi kesiapan untuk melakukan suatu pekerjaan. Penggunaan waktu senggang Kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa di luar jam pelajaran di kampus digunakan untuk menunjang hobinya atau untuk rekreasi. Aspirasi dan pengetahuan sekolah atau pendidikan sambungan Aspirasi dengan pendidikan sambungan yang diinginkan yang berkaitan dengan perwujudan dari cita-citanya Pengetahuan tentang dunia kerja Pengetahuan yang sementara ini dimiliki mahasiswa, termasuk dunia kerja, persyaratan, kualifikasi, jabatan struktural, promosi jabatan, gaji yang diterima, hak dan kewajiban, tempat pekerjaan itu berada dan lain-lain. Pengalaman kerja yang pernah dialami mahasiswa pada waktu duduk di kampus atau di luar kampus yang dapat diperoleh dari praktikum, magang maupun kerja praktik. Kemampuan dan keterbatasan fisik serta penampilan lahiriah Kemampuan fisik misalnya berbadan kekar, tinggi dan tampan, keterbatasan fisik misalnya, berbadan kurus dan pendek, penampilan lahiriah misalnya, penampilan yang tidak sesuai etika dan kasar. Masalah dan keterbatasan pribadi Masalah adalah problema yang timbul dan bertentangan dalam diri individu, sedangkan keterbatasan pribadi misalnya, mau menang sendiri, tidak dapat mengendalikan diri dan lain-lain. Faktor sosial, yang meliputi bimbingan dari orang tua, keadaan teman sebaya, keadaan masyarakat sekitar dan lain-lain.

Pengaruh Praktik Pengenalan Lapangan Persekolahan Terhadap Kesiapan Mahasiswa Menjadi Guru Yang P Pelaksanaan Praktik Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) pada dasarnya bertujuan memperoleh kompetensi yang relevan dengan tugas guru yang berkaitan dengan pembelajaran, pelatihan, dan pembimbingan. Kompetensi ini perlu dimiliki oleh mahasiswa praktikan untuk menyiapkan diri dalam rangka mengantisipasi apa yang tersirat dalam UU Nomor 20 tahun 2003. UU Nomor 20 tahun 2003 menyatakan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi diri guna memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.   

Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional, menyebutkan empat (4) kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang guru, yaitu kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi profesional, dan kompetensi sosial. Kompetensi  pedagogik  adalah kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik yang meliputi pemahaman terhadap peserta didik, perancangan  dan  pelaksanaan pembelajaran,  pengevaluasian hasil  belajar, serta pengembangan peserta  didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya. Kompetensi kepribadian adalah kemampuan kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif, berwibawa, berakhlak mulia, dan menjadi  teladan  bagi  peserta  didik. Kompetensi  professional adalah kemampuan  penguasaan  materi  pembelajaran secara  luas  dan  dalam yang memungkinkannya membimbing  peserta  didik  memenuhi  standar kompetensi  yang  ditetapkan  dalam  Standar  Nasional Pendidikan.  Kompetensi  sosial  adalah kemampuan  pendidik  sebagai  bagian  dari  masyarakat untuk  berkomunikasi  dan  bergaul  secara  efektif  dengan peserta  didik,  sesama  pendidik,  tenaga  kependidikan, orangtua/wali peserta didik, serta masyarakat sekitar. Menurut Susiani Dalam Pungky Hapsari Dan Purweni Widhianningrum, (2012:3) Kinerja mengajar bagi calon guru merupakan titik kulminasi perkuliahan yang dipengaruhi oleh faktor penguasaan bekal-bekal teoritis dan berbagai hasil latihan dalam kegiatan perkuliahan atau berbagai kegiatan akademik. Bekal akademik mencakup berbagai mata kuliah yang berkaitan dengan bekal pengelolaan, pemahaman perkembangan dan belajar anak, strategi dan perencanaan pembelajaran, materi yang akan diajarkan, pengayaan materi, praktik dalam skala mikro, maupun berbagai observasi dan praktik sebagai implementasi dari berbagai mata kuliah.

Pengaruh Minat Mahasiswa Menjadi Guru Terhadap Kesiapan Mahasiswa Menjadi Guru Yang Profesional Dalam menjalankan suatu pekerjaan atau profesi sangat dibutuhkan minat, karena minat menunjang keberlangsungan suatu pekerjaan. Dengan adanya minat profesi yang dijalani akan terasa menyenangkan tanpa adanya paksaan dari pihak lain dan akan memacu semangat serta lebih menikmati profesi yang dijalani. Minat merupakan faktor yaang sangat penting mendorong seseorang untuk melakukan suatu aktivitas. Minat tidak dibawa sejak lahir, melainkan diperoleh kemudian. minat dapat timbul karena seseorang mempelajari keingintahuannya.

Menurut Ni’mah (2018:38), menyatakan bahwa “minat merupakan faktor motivasional yang mempengaruhi kemauan seseorang untuk melakukan atau menentukan pilihan dalam suatu pekerjaan”. Adanya minat membuat seseorang memiliki dorongan dan rasa senang terhadap pekerjaan yang diinginkan. Menurut Deporter (2018:38), menyatakan bahwa dengan menciptakan minat pada diri kita dapat memberikan motivasi untuk mencapai tujuan. Menurut Mahmud (2018:38), menyatakan bahwa “minat yang kuat akan membuahkan prestasi yang gemilang dalam situasi mendasari tumbuhnya sikap senang/tertarik terhadap situasi tersebut”. Jika minat tersebut dikaitkan dengan minat menjadi guru maka minat yang besar untuk menjadi guru akan menyebabkan seseorang tersebut akan lebih siap untuk menjadi guru, bila minat untuk menjadi guru rendah maka seseorang itu tidak siap untuk menjadi guru.

Berdasarkan beberapa pendapat diatas, dapat disimpulkan bahwa minat menjadi guru adalah keinginan dan rasa suka yang besar yang datang dari dirinya sendiri tanpa paksaan dari orang lain untuk menjadi seorang guru dan ingin melaksanakan tugas-tugas sebagai guru dengan memperbanyak informasi tentang profesi guru dan menambah pengetahuan serta keterampilannya untuk menjadi seorang guru. Mengingat besarnya manfaat minat tersebut, maka sebagai calon guru seseorang harus memiliki minat untuk menjadi guru. Dengan adanya minat tersebut maka apa yang dia lakukan adalah sesuatu yang bermanfaat yang akan mengarahkan pada kesiapan menjadi guru.

Pengaruh Praktik Pengenalan Lapangan Persekolahan Dan Minat Mahasiswa Menjadi Guru Terhadap Kesiapan Mahasiswa Dalam Menjadi Guru Yang Profesional Menurut Halimah (2017:97) menyebutkan ada delapan keterampilan mengajar yang sifatnya sangat mendasar, antara lain keterampilan membuka dan menutup pelajaran, keterampilan menjelaskan, keterampilan mengadakan variasi, keterampilan memberikan penguatan, keterampilan bertanya, keterampilan mengelola kelas, keterampilan mengajar kelompok kecil dan perorangan, dan keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil. Untuk non mengajar, calon guru juga melakukan tugas-tugas mencakup tugas administrasi, sosialisasi, dan personalisasi. Pelaksanaan Program Pengenalan Lapangan Persekolahan ini akan memberikan kesan tersendiri bagi mahasiswa terhadap profesi guru. Idealnya, hal ini akan menimbulkan minat menjadi guru pada diri mahasiswa. Dan minat juga dapat dipengaruhi oleh motivasi diri sendiri, dorongan orang tua , lingkungan  dan informasi dunia kerja.

Menurut Sairo (20:100), semakin tinggi pengaruh praktik Pengenalan Lapangan Persekolahan maka semakin tinggi minat menjadi guru, sebaliknya semakin rendah pengalaman PPL, maka semakin rendah pula minat menjadi guru. Mahasiswa yang berkuliah di jurusan pendidikan, dalam hal ini adalah Pendidikan Ekonomi, idealnya ingin menjadi guru setelah lulus mengenyam pendidikan. Mahasiswa yang berkuliah di Program Studi Pendidikan Ekonomi tentulah akan menjadi guru mata pelajaran ekonomi karena menjadi pilihan yang telah diputuskan sebelum diterima menjadi mahasiswa dan ditunjang pula dengan berbagai program perkuliahan yang berkaitan dengan itu. Namun pada faktanya, tidak semua mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi berminat untuk menjadi guru setelah lulus menjadi Sarjana Pendidikan. Berdasarkan hasil wawancara peneliti melalui teknik komunikasi langsung kepada mahasiswa pendidikan ekonomi program PLP angkatan 2016 sebanyak 51 mahasiswa.

METODE: Menggunakan dokumentasi dan kuesioner. Rancangan Penelitian: Penelitian ini termasuk pada penelitian kuantitatif dengan menggunakan rancangan deskriptif dan hubungan kausalitas. Instrumen Penelitian: Menurut Arikunto (2010:149) instrumen penelitian merupakan alat bantu pada waktu penelitian menggunakan suatu metode . Menurut Sugiyono (2015:93) skala likert di gunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan presepsi seseorang atau sekelompok orang tertentu tentang fenomena sosial. Subjek Penelitian: Subyek penelitian ini adalahMahasiswa ekonomi 2016 Universutas wiranegara. Teknik Pengumpulan Data: Kuesioner:  Untuk pemberian kuesioner pada responden, peneliti menyebarkan langsung kuesioner ada mahasiswa ekonomi universitas pgri wiranegara. Data yang diperoleh melalui  kuesioner ini adalah praktik pengenalan lapangan persekolahan dan minat menjadi guru. dokumentasi : dalam penelitian ini menggunkan metode secara langsung dan melalui google foam. Analisis Data Analisi data adalah pengolahan data yang diperolehdengan menggunakan rumus-rumus atau dengan aturan-aturan yang ada sesuai dengan pendekatan penelitian. Analisis data dilakukan dengan tujuan untuk menguji hipotesis dalam rangka penarikan kesimpulan. Adapun metode analisis data dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan analisis regresi linier berganda dengan bantuan aplikasi SPSS 25. Analisis Statistik Deskriptif. Analisis Regresi Linier Berganda.

Pembahasan: Tingkat Praktik Pengenalan Lapangan Persekolahan Pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi Angkatan 2016 Menurut Panduan Program (2017:13) Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP), adalah proses pengamatan/observasi dan pemagangan yang dilakukan mahasiswa Program Sarjana Pendidikan untuk mempelajari aspek pembelajaran dan pengelolaan pendidikan di suatu pendidikan. PLP adalah suatu tahapan dalam proses penyiapan guru profesional pada jenjang Program Sarjana Pendidikan. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Praktik Pengenalan Lapangan Persekolahan hasil penelitian dari 51 mahasiswa menunjukkan 17 mahasiswa (33%) tergolong sangat setuju, 19 mahasiswa (37%) tergolong Setuju, 13 mahasiswa (26%) tergolong kurang setuju, 1 mahasiswa (3%) tergolong tidak setuju dan 1 mahasiswa (1%) tergolong sangat tidak setuju sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa mahasiswa pendidikan ekonomi 2016 mempunyai Praktik Pengenalan Lapangan Persekolahan yang sangat tinggi.

Tingkat Minat Menjadi Guru Pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi Angkatan 2016 Minat mahasiswa menjadi guru dapat dipengaruhi oleh faktor yang berasal dari dalam diri mahasiswa atau minat intrinsik, dan minat yang berasal dari pengaruh lingkungan mahasiswa atau minat ekstrinsik. Menurut Muhammad Wildan (2016:16), menyatakan ada beberapa faktor yang membuat lulusan sarjana memiliki minat bekerja sebagai guru antara lain pengalaman belajar, orang tua, penggunaan bahasa asing, semangat untuk mengajar, dapat membantu orang lain, dampak anggota keluarga, manfaat kerja, karier di masa depan, kepribadian, dan materi pelajaran. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa  mahasiswa menunjukkan 51 mahasiswa menunjukkan 34 mahasiswa (67%) tergolong sangat setuju, 12 mahasiswa (23) tergolong Setuju, 5 mahasiswa (10%) tergolong kurang setuju, 0 mahasiswa (0%) tergolong tidak setuju dan 0 mahasiswa (0%) tergolong sangat tidak setuju sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa tingkat mahasiswa pendidikan ekonomi 2016 mempunyai minat menjadi guru yang sangat tinggi.

Tingkat Kesiapan Mahasiswa Menjadi Guru Yang Profesional Pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi Angkatan 2016 Kesiapan mahasiswa menjadi calon guru profesional merupakan keadaan yang menunjukkan bahwa mahasiswa sudah memenuhi persyaratan yang diwajibkan untuk menjadi guru yang profesional. Profesi adalah memberikan jasa dengan berdasarkan pada ilmu pengetahuan yang dipahami oleh orang tertentu secara sistematik yang diformulasikan dan diterapkan oleh seorang guru”. kesiapan calon seorang guru sangat menentukan kualitas guru pada nantinya, semakin berkualitas gurunya maka akan semakin berkualitas mutu pendidikan. Dengan perkembangan pendidikan maka mahasiswa harus memiliki kesiapan untuk menjadi guru yang profesional karena dengan memiliki kesiapan dapat meminimalisir kesalahan yang terjadi saat menjalani profesinya. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa hasil penelitian dari 51 mahasiswa menunjukkan 26 mahasiswa (51%) tergolong sangat setuju, 15 mahasiswa (30%) tergolong setuju, 10 mahasiswa (19%) tergolong kurang setuju, 0 mahasiswa (0%) tergolong tidak setuju dan 0 mahasiswa (0%) tergolong sangat tidak setuju sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa mahasiswa pendidikan ekonomi 2016 mempunyai tingkat kesiapan mahasiswa menjadi guru yang profesional yang sangat tinggi.

Pengaruh Praktik Pengenalan Lapangan Persekolahan (X1) Terhadap Kesiapan Mahasiswa Menjadi Guru Yang Profesional (Secara Parsial) Berdasarkan hasil analisis regresi dapat diketahui bahwa terdapat pengaruh secara positif dan signifikan praktik pengenalan lapangan persekolahan terhadap kesiapan mahasiswa menjadi guru yang profesional studi kasus pada mahasiswa pendidikan ekonomi angkatan 2016 Universitas PGRI Wiranegara Pasuruan. Hasil ini ternyata sesuai dengan penelitian Aditya Yulianto Muhammad Khafid (2016) yang berjudul “Pengaruh Praktik Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP), Minat Menjadi Guru, dan Prestasi Belajar terhadap Kesiapan Menjadi Guru yang Profesional”. Hasil penelitian menunjukkan praktik pengenalan lapangan persekolahan berpengaruh baik secara parsial terhadap kesiapan menjadi guru yang profesional. Hasil adjusted R^2 menunjukkan adanya hubungan antara praktik pengenalan lapangan persekolahan, terhadap kesiapan mahasiswa menjadi guru yang profesional sebesar 0,574 atau 57,4%. Persamaan penelitian ini dengan penelitian yang lain dilakukan oleh Aditya Yulianto Muhammad Khafid adalah terdapat kesamaan variabel (Y) yang diteliti yakni Kesiapan Menjadi Guru dan variabel (X) yakni Praktik Pengalaman Lapangan (PPL), Minat, dan Prestasi belajar. Berdasarkan penjelasan diatas, wajarlah bila mahasiswa Universitas PGRI Wiranegara Pasuruan yang tergolong memiliki praktik pengenalan lapangan persekolahan sangat tinggi terhadap kesiapan mahasiswa menjadi guru yang profesional. Praktek lapangan pengenalan lingkungan merupakan suatu kegiatan yang dilakukan bagi calon guru untuk menerapkan serangkaian kegiatan calon guru dalam mendapatkan suatu keterampilan dan proses pembelajaran pada waktu tertentu. Praktik pengenalan lapangan persekolahan merupakan suatu program yang memprasyaratkan kemampuan calon guru untuk memperoleh pengalaman kegiatan kependidikan secara nyata dan mampu menguasai berbagai keterampilan dasar mengajar, sehingga akan terbentuk tenaga kependidikan yang profesional untuk kesiapan mahasiswa menjadi guru yang profesional.

Pengaruh Minat Mahasiswa Menjadi Guru (X2) Terhadap Kesiapan Mahasiswa Menjadi Guru Yang Profesional (Y) Mahasiswa Universitas PGRI Wiranegara Pasuruan (Secara Parsial) Berdasarkan haasil analisis regresi dapat diketahui bahwa terdapat pengaruh secara positif dan signifikan minat mahasiswa menjadi guru terhadap kesiapan mahasiswa menjadi guru yang profesional. Dalam menjalankan suatu pekerjaan atau profesi sangat dibutuhkan minat, karena minat menunjang keberlangsungan suatu pekerjaan. Dengan adanya minat profesi yang dijalankan terasa menyenangkan tanpa adanya paksaan dari pihak lain dan akan memacu semangat serta lebih menikmati profesi yang dijalani. Minat merupakan faktor yang sangat penting mendorong seseorang untuk melakukan suatu aktivitas. Minat tidak dibawa sejak lahir, melainkan diperoleh kemudian, minat dapat timbul karena seseorang mempelajari keingintahuannya. Hal ini sesuai dengan penelitian penelitian Aditya Yulianto Muhammad Khafid (2016) yang berjudul “Pengaruh Praktik Pengalaman Lapangan (PPL), Minat Menjadi Guru, dan Prestasi Belajar terhadap Kesiapan Menjadi Guru yang Profesional”. Hasil penelitian menunjukkan minat menjadi guru berpengaruh baik secara parsial terhadap kesiapan menjadi guru yang profesional. Dan sesuai dengan penelitian Fahmi Ulin Ni’mah (2014) yang berjudul “ Pengaruh Minat Profesi Guru, Locus of Control Intrnal, Peran Guru Pamong, dan Prestasi Belajar terhadap Kesiapan Mahasiswa Menjadi Guru pada Jurusan Pendidikan Ekonomi Universitas Negeri Semarang”. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh terhadap minat profesi guru terhadap kesiapan mahasiswa menjadi guru pada jurusan pendidikan ekonomi baik secara parsial. Hal ini ternyata sesuai dengan Ni’mah Dalam Indra Maipita Dan Tri Mutiara (2018:38) menyatakan bahwa minat merupakan faktor motivasional yang mempengaruhi kemauan seseorang untuk melakukan atau menentukan pilihan dalam suatu pekerjaan.  Sementara menurut Deporter Dan Henarcki (2018)  menyatakan bahwa dengan menciptakan  minat pada diri kita sendiri dapat memberikan motivasi untuk mencapai tujuan.  Sedangakan menurut Mahmud menyatakan bahwa minat yang kuat akan membuahkan prestasi yang gemilang dalam situasi mendasari tumbuhnya sikap senang/tertarik terhadap dituasi tersebut. jika minat tersebut dikaitkan dengan minat menjadi guru yang profesional maka minat yang besar untuk menjadi guru akan menyebabkan seseorang tersebut akan lebih siap untuk menjadi guru yang profesional, bila minat menjadi guru rendah maka seseorang itu tidak siap untuk menjadi guru yang profesional. Berdasarkan beberapa pendapat diatas, dapat disimpulkan bahwa minat menjadi guru adalah keinginan dan rasa suka yang besar datang dari dirinya sendiri tanpa ada paksaan dari orang lain untuk menjadi seseorang guru dan ingin melaksanakan tugas-tugas sebagai guru dengan memperbanyak informasi tentang profesi guru dan menambah pengetahuan serta keterampilannya untuk menjadi seorang guru. mengingat besarnya manfaat minat tersebut, maka sebagai calon guru seseorang harus memiliki minat menjadi guru. Dengan adanya minat tersebut maka apa yang dia lakukan adalah sesuatu yang bermanfaat yang akan mengarahkan pada kesiapan menjadi guru.

Pengaruh Praktik Pengenalan Lapangan Persekolahan (X1) dan Minat Mahasiswa Menjadi Guru (X2) terhadap Kesiapan Mahasiswa Dalam Menjadi  Guru Yang Profesional (Y) Mahasiswa Universitas PGRI Wiranegara Pasuruan (Secara Simultan) Berdasarkan hasil analisis regresi linear berganda, secara simultan praktik pengenalan lapangan persekolahan (X1) dan minat mahasiswa menjadi guru (X2) memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kesiapan mahasiswa menjadi guru yang profesional. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa mahasiswa Universitas PGRI Wiranegara Pasuruan dipengaruhi secara simultan (bersama-sama) oleh praktik pengenalan lapangan persekolahan dan minat menjadi guru yang profesional. Hal ini sesuai dengan penelitian Aditya Yulianto Muhammad Khafid (2016) yang berjudul “Pengaruh Praktik Pengalaman Lapangan (PPL), Minat Menjadi Guru, dan Prestasi Belajar terhadap Kesiapan Menjadi Guru yang Profesional”. Hasil penelitian menunjukkan praktik pengalaman lapangan, minat menjadi guru, dan prestasi belajar berpengaruh baik secara simultan terhadap kesiapan menjadi guru yang profesional. Hasil adjusted R^2 menunjukkan adanya hubungan antara praktik pengalaman lapangan, minat menjadi guru, dan prestasi belajar terhadap kesiapan mahasiswa menjadi guru yang profesional sebesar 0,574 atau 57,4%. Hal ini sesuai dengan Halimah (2017:97) menyebutkan ada delapan keterampilan mengajar yang sifatnya sangat mendasar, anatara lain keterampilan membuka dan menutup pembelajaran, keterampilan menjelaskan, keterampilan mengadakan variasi, keterampilan memberikan penguatan, keterampilan bertanya, keterampilam mengelola kelas, keterampilan mengajar kelompok kecil dan perorangan, dan keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil. Untuk non mengajar, calon guru juga melakukan tugas-tugas mencakup tugas administrasi, sosialisasi, dan personalisasi. Pelaksanaan Program Pengenalan Lapangan persekolahan ini akan memberikan kesan tersendiri bagi mahasiswa terhadap profesi guru. Idealnya, hal ini akan menimbulkan minat enjadi guru pada diri mahasiswa. Dan minat juga dapat dipengaruhi oleh motivasi diri sendiri, dorongan orang tua, lingkungan dan informasi dunia kerja.  Sedangkan menurut Sairo (2016:100) menyatakan semakin tinggi pengaruh praktik pengenalan lapangan persekolahan maka semakin tinggi minat menjadi guru, sebaliknya semakin rendah pengalaman PLP, maka semakin rendah pula minat menjadi guru.  Mahasiswa yang berkuliah di jurusan pendidikan, dalam hal ini adalah Pendidikan Ekonomi, idealnya ingin menjadi guru setalah lulus mengenyam pendidikan tinggi. Mahasiswa yang berkuliah di Progran Studi Pendidikan Ekonomi tentulah akan menjadi guru mata pelajaran ekonomi karena menjadi pilihan yang telah diputuskan sebelum diterima menjadi mahasiswa dan ditunjang pula dengan berbagai program perkuliahan yang berkaitan dengan itu. Namun pada faktanya, tidak semua mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi berminat untuk menjadi guru setelah lulus menjadi sarjana pendidikan. Berdasarkan hasil wawancara peneliti melalui teknik komunikasi langsung kepada mahasiswa pendidikan ekonomi program PLP angkatan 2016 sebanyak 51 mahasiswa.

Kesimpulan : Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan sebelumnya, maka dapat ditarik beberapa kesimpulan dalam penelitian ini, yaitu: Diketahui terdapat pengaruh positif dan siginifikan Praktik Pengenalan Lapangan Persekolahan secara parsial terhadap Kesiapan Mahasiswa Menjadi Guru Yang Profesional Pada  Mahasiswa Ekonomi Angkatan  2016 Universitas PGRI Wiranegara Pasuruan, Diketahui terdapat pengaruh positif dan signifikan Minat Menjadi Guru secara parsial terhadap Kesiapan Mahasiswa Menjadi Guru Yang Profesional pada Mahasiswa Pendidikan Ekonomi Angkatan 2016 Universitas PGRI Wiranegara Pasuruan, Diketahui terdapat pengaruh positif dan signifikan Praktik Pengenalan Lapangan Persekolahan dan Minat Menjadi Guru secara simultan terhadap Kesiapan Mahasiswa Menjadi Guru Yang Profesional pada Mahasiswa Pendidikan Ekonomi Angkatan 2016 Universitas PGRI Wiranegara Pasuruan.

Saran Berdasarkan kesimpulan yang diperoleh dari hasil penelitian, maka penulis dapat memberikan beberapa saran kepada pihak terkait, antara lain  Bagi Peneliti Selanjutnya Diharapkan hasil penelitian ini bisa menambah wawasan dan ilmu pengetahuan, dan dapat dijadikan bahan untuk penelitian sejenis selanjutnya. Bagi Mahasiswa Hendaknya Mahasiswa mempelajari kembali tentang metode pembelajaran agar kelak menjadi seorang guru bisa menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi sehingga siswa lebih semangat dalam proses belajar mengajar dalam penggunaan metode pembelajaran harus memperhatikan materi pembelajaran, memperhatikan kondisi siswa dan waktu yang digunakan sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan maksimal.Hendaknya mahasiswa memiliki inovasi dalam media pembelajaran yang dapat mendukung proses belajar mengajar seperti menggunakan power point, monopoli, video dan sebagainya sehingga dapat membantu siswa untuk memahami proses pembelajaran. Hendaknya mahasiswa memantapkan niat mereka menjadi seorang guru yang profesional dengan cara mengetahui dengan mengenal lebih jauh profesi guru, mempunyai rasa senang dalam profesi guru, dan mempunyai keyakinan yang besar terhadap profesi guru.

DAFTAR PUSTAKA  Arikunto, S. (2010). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta. Dewa Ketut. (2013). Bimbingan Karier di Sekolah-sekolah. Jakarta: Balai Pustaka. Eprints@uny. (http://eprints.uny.ac.id/7838/3/BAB%202-08404241042.pdf, Diakses 27 April 2020). Ghozali, Imam. (2011). “Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS”. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Halimah, Leli. (2017). Keterampilan Mengajar. Bandung: PT Refika Aditama. Hendra, Surya. (2013). Kiat Mengatasi Kesulitan Belajar. Jakarta: Elex Media Komputindo. Hurlock, E, B. 2010. Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang Kehidupan. Jakarta: Erlangga. Iskandar, H. (2010). Tumbuhkan Minat Kembangkan Bakat. Jogjakarta: ST Book. Jurnal “Tata Arta” UNS, Vol. 2, No. 1, hlm.12-25. (2016). (https://jurnal.fkip.uns.ac.id/index.php/tataarta/article/download/7409/5176, Diakses 27 April 2020). Jurnal Ekonomi Pendidikan. Volume 8: Nomor 6 September 2018. p-ISSN2302-030X.e-ISSN26142295. (https://jurnal.unimed.ac.id/2012/index.php/ekodik/article/download/10777/9686, Diakses 29 April 2020). Panduan Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (2017), Program Sarjana Pendidikan, Direktorat Pembelajaran Direktorat Jenderal Pembelajaran Dan Kemahasiswaan Kementrian Riset, Teknologi, Dan Pendidikan Tinggi. Pungky Hapsari Dan Purweni Widhianingrum. (2012). Pengaruh Praktik Pengalaman Lapangan Terhadap Kinerja Mahasiswa Calon Guru. (https://media.neliti.com/media/publications/92059-ID-pengaruh-praktik-pengalaman-lapangan-ter.pdf, Diakses 30 April 2020). Rika Sukmawati. (2019). Analisis kesiapan mahasiswa menjadi calon guru profesional berdasarkan standar kompetensi pendidik. Sairoh. (2016). “Pengaruh Pengalaman PPL, IPK, Lingkungan Keluarga dan Informasih dunia kerja terhadap Minat Menjadi Guru pada mahasiswa pendidikan ekonomi angkatan 2011 FE”. Skripsi. Sarjana Pendidikan pada Universitas Negeri Yogyakarta. Yogyakarta: tidak diterbitkan. Sardirman. 2011. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Rajawali Pers. Slameto. (2010). Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: PT Rineka Cipta. Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Kombinasi (Mix Methods). Bandung: Alfabeta. Tim Penyusun Materi Pembekalan Pengajaran Mikro/PPL I. (2011). Materi Pembekalan Pengajaran Mikro/PPL I. Yogyakarta: UPPL UNY. Wikipedia. Pendidikan. (https://id.wikipedia.org/wiki/pendidikan, Diakses tanggal 27 April 2020).

 

 

 

 


Komentar